Maros, Sulawesi Selatan

Suararakyat.tv — Semangat keberagaman dan kesetaraan akses hadir di Lapangan Mannang Panjallingan, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros.

Melalui Panggung Inklusi Nusantara, masyarakat tidak hanya disuguhi hiburan dan pertunjukan budaya, tetapi juga mendapat akses langsung terhadap layanan publik, ruang promosi UMKM, hingga edukasi dan pemberdayaan kelompok rentan.

Kegiatan yang berlangsung Kamis, 17 September 2026 ini mengusung tema “Menghidupkan Semangat Kemerdekaan melalui Keberagaman Budaya, Partisipasi, dan Kesetaraan Akses.”

Kegiatan merupakan kolaborasi PKBI Sulawesi Selatan, Pemerintah Kecamatan Bontoa, Program INKLUSI, serta berbagai unsur masyarakat.

Salah satu perhatian utama adalah penampilan Bissu Segeri yang dikemas sebagai ruang edukasi budaya Bugis. Pertunjukan dilanjutkan dengan dialog mengenai pentingnya menjaga warisan budaya lokal di tengah perkembangan zaman.

Tak hanya budaya, kegiatan juga menghadirkan pemutaran dan bedah film “Dirias Perias”, yang menjadi sarana edukasi kreatif sekaligus ruang diskusi bersama pembuat film.

Di sisi layanan publik, masyarakat mendapat manfaat secara langsung.

Puskesmas Bontoa membuka pemeriksaan kesehatan dasar secara gratis. Sementara Disdukcapil Kabupaten Maros memberikan layanan perekaman KTP-el dan perbaikan data kependudukan.

Sejumlah layanan lain turut tersedia, mulai dari konsultasi hukum, informasi program sosial, layanan Puspaga, hingga fasilitasi Nomor Induk Berusaha atau NIB serta informasi permodalan bagi pelaku usaha.

Panggung Inklusi Nusantara juga menjadi ruang promosi bagi belasan UMKM lokal.

Menariknya, kelompok penyandang disabilitas turut dilibatkan sebagai pelaku UMKM. Mereka mendapat kesempatan memperkenalkan produk, membangun jejaring, dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Kegiatan semakin semarak dengan demonstrasi tata rias dan layanan cukur rambut gratis yang sekaligus menjadi ruang berbagi keterampilan bagi pelaku usaha dan generasi muda.

Perwakilan Pemkab Maros yang membuka kegiatan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperluas akses masyarakat terhadap layanan dasar, pendidikan, kesehatan, serta peluang ekonomi.

Sementara Ketua Pengurus PKBI Sulawesi Selatan, Dr. H. Supriadi Torro, M.Si., mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak yang dinilai mampu mempertemukan pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan pegiat budaya dalam satu ruang bersama.

Panggung Inklusi Nusantara di Bontoa pun bukan sekadar panggung hiburan.

Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan antara budaya, pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi, dan kesetaraan akses—dengan harapan semangat inklusi tidak berhenti di atas panggung, tetapi terus hadir dalam kehidupan masyarakat.

Mj@.19
Redaksi.